PEMBENIHAN IKAN LELE
Sebelum melakukan pembenihan ikan lele harus sangat diperhatikan bahan yang digunakan pada pembenihan nanti. Bahan yang digunakan dalam pembenihan ikan lele yaitu proses pembenihan, sarana dan prasarana, pemeliharaan induk, pemijahan, penetasan telur, penetasan telur ikan lele.
Hal utama yang sangat perlu diperhatikan dalam pembenihan ikan lele yaitu induk ikan lele, untuk menghasilkan bibit yang unggul harus sangat selektif dalam memilih induk lelenya. untuk itu ada beberapa kriteria yang diharuskan dalam pemilihan induk.
1. Kriteria Indukan
a) Ciri-ciri induk lele jantan
• Warna kulit dada agak tua jika dibanding kan dengan kulit dada induk lele betina.
• Urogenital papilla (kelamin) agak menonjol, memanjang ke arah belakang, terletak di belakang anus, dan warna kemerahan.
• Gerakannya lincah, tulang kepala pendek dan agak gepeng (depress).
• Perutnya lebih langsing dan kenyal jika dibandingkan dengan perut induk lele betina.
• Kulit lebih halus dibandingkan dengan kulit induk lele betina.
b). ciri-ciri induk lele betina
• Perut membesar dan lembek.
• Gerakan agak lambat dan jinak.
• Alat kelamin bulat, berwarna kemerahan dan tampak membesar.
• Warna tubuh secara umum menjadi coklat kemerahan.
• Warna sirip cenderung kemerahan.
• Bila perut diurut kearah alat kelamin akan keluar cairan telur.
Foto: iStockphoto/Maksim Gorobchenko.
2. Persiapkan Kolam
Cara budidaya ikan lele bagi pemula memulai dengan mempersiapkan kolam terpal atau semen
Membuat kolam ikan lele ini bisa dengan menggunakan terpal atau semen, dengan ukuran yang disesuaikan yaitu sedang atau besar.
Sebenarnya menggunakan kolam tanah pun boleh, asalkan tanah tersebut sudah tidak mengandung mikroorganisme asing yang nantinya dapat membahayakan bibit ikan lele.
Kemudian perhatikan juga bahwa permukaan kolam ikan lele harus lebih dalam supaya matahari tidak tembus yang bisa membuat ikan kepanasan, bahkan sampai mati.
Suhu air yang disarankan untuk kolam lele adalah 20 hingga 28 derajat celcius dan jangan lupa beri garam krosok untuk menyeimbangkan pH air serta mencegah munculnya jamur.
Setelah garam krosok, lanjut berikan molasses awal yang berfungsi menghambat pertumbuhan alga hijau biru (blue green algae) yang bisa meracuni ikan, sambil ditambahkan suplemen ikan.
Apabila kolam beserta hal pendukung lainnya sudah siap, tinggal diamkan 5 hari sampai lumut atau fitoplankton tumbuh secara alami untuk ditebar benih ikan lele.
3. Perkembangbiakan
Dalam proses membudidayakan ikan lele, peternaknya harus teliti dan perhatikan betul apabila mengetahui ada lele yang sudah siap dikawinkan.
Ciri dari ikan lele yang matang bisa dilihat dari kelaminnya. Untuk lele betina yaitu kuning dan lele jantan merah.
Setelah layak dikawinkan, sel telur ikan lele yang sudah dibuahi akan mulai terlihat setelah 24 jam. Sel telur itu akan menempel pada bagian sarang.
Telur-telur ikan lele ini nantinya akan menetas sendiri dan siap menjadi anak lele untuk dipisahkan ke tempat khusus supaya benih baru lahir tidak stres atau mati.
4. Pemeliharaan
Cara budidaya ikan lele bagi pemula dengan memperhatikan kondisi air, pakan, dan antisipasi hama yang bisa mengganggu kesehatan lele
Saat beternak ikan lele penting juga memperhatikan kondisi air, pakan, dan antisipasi serangan hama, caranya sebagai berikut:
Mengelola Air
Air kolam ikan lele baru bisa diganti apabila sudah memasuki masa panen, kalau diganti sebelum panen ada potensi akan menghambat pertumbuhannya.
Usahakan mengganti air kolam saat pagi atau sore hari, supaya tidak terlalu panas yang bisa berdampak buruk pada kesehatan ikan lele.
Pakan Ikan
Pilih pakan atau makanan ikan lele yang tinggi nutrisi seperti plankton, pelet, cacing atau makanan yang mengandung protein.
Beri makan teratur sehari 3 kali (pukul 7 pagi, 5 sore, dan 10 malam). Jangan beri makan saat hujan, karena bisa merubah kualitas makanan yang tercemar zat asam.
Antisipasi Hama
Organisme patogen dalam kolam ikan lele memang bisa saja muncul tanpa diketahui sebelumnya, sehingga penting untuk memberi asupan suplemen tambahan pada ikan.
Selain itu, gunakan sekat pembatas untuk mencegah binatang asing yang sewaktu-waktu bisa saja membahayakan ikan lele.
5. Panen
Cara budidaya ikan lele bagi pemula: ketika masa panen lele tiba, pindahkan lele ke wadah lain
Ikan lele yang terpelihara dengan baik sudah pasti akan menjadi lele berkualitas. Umumnya, setelah 2-3 bulan lele sudah dapat dipanen.
Ketika dipanen, 1 kg lele bisa berjumlah sekitar 7-8 ekor dengan ukuran antara 5-7 cm atau 9-12 cm.
Cara memanen ikan lele yaitu menyurutkan terlebih dulu air kolamnya, kemudian bisa dipindahkan ke wadah lain menggunakan serok atau jaring.
Sortir ikan lele yang siap dipanen tersebut dengan hati-hati dan setelahnya baru dibersihkan untuk diisi dengan benih baru yang semula sudah dipisahkan.
pembenihan alami dan buatan nya mana
BalasHapus